Telp: +62 274 374 627
SMKN 2 KASIHAN DI BALIK REKAMAN ULANG LAGU INDONESIA RAYA - SMKN 2 Kasihan - Sekolah Menengah Musik

Berita SMKN 2 Kasihan

Sekolah Menengah Musik

  • Home
  • Berita
  • SMKN 2 KASIHAN DI BALIK REKAMAN ULANG LAGU INDONESIA RAYA
SMKN 2 KASIHAN  DI BALIK REKAMAN ULANG  LAGU INDONESIA RAYA

SMKN 2 KASIHAN DI BALIK REKAMAN ULANG LAGU INDONESIA RAYA

  • 06 Oktober 2020
  • Oleh : Agus Suranto
  • Dibaca : 56 kali

Rekaman Ulang Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Beberapa personil orkestra dan padua suara Gita Bahana Nusantara (GBN) tahun 2011-2016,  telah berhasil menyelesaikan suatu proses perekaman Lagu Indonesia Raya di Perusahaan Rekaman Lokananta Solo tahun 2017 lalu. Rekaman tersebut melibatkan putra pencipta lagu BAGIMU NEG’RI (Kusbini), yakni  Sapta Ksvara yang juga guru SMK Negeri 2 Kasihan (Sekolah Menengah Musik).  Sedangkan salah satu musisi yang terlibat dalam rekaman ulang tersebut adalah Purwacaraka. Proses perekaman  dihadiri oleh Menteri Pendidikan     dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, sekaligus melihat langsung proses perekaman lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza.

Sebagai salah satu lagu pengikat bangsa, maka notasi Indonesia Raya pun  mulai  dibuat standar baku tiga stanza berdasarkan rekaman Josef Kleber (warga Belanda), yang pernah dilakukan di Lokananta pada tahun 1950. Dalam perekaman ini dibuat dalam komposisi orkes fanfare, orkes harmony, orkes sympony, iringan piano, dan dinyanyikan secara unisono (rekaman lagu Indonesia Raya tiga stanza juga pernah dibuat oleh Addie MS bersama Victorian Philharmonic Orchestra dari Australia).

  Kegiatan perekaman di perusahaan milik negara sekaligus tertua di Indonesia ini menjadi sangat istimewa,  karena seluruh pemain adalah putra putri terbaik bangsa. Meski lagu Indonesia Raya versi 3 Stanza telah bergema di seluruh penjuru tanah air, ternyata belum banyak diketahui oleh publik tentang pemain musik orkestra dan paduan suara dalam rekaman tersebut.  Pemain orkestra dan paduan suara dalam lagu tersebut adalah peserta GBN ( Gita Bahana Nusantara) orkestra dan paduan suara di Istana Negara Jakarta 2011- 2016, yang tak lain adalah para siswa aktif SMKN 2 Kasihan (pada saat GBN diikutinya). Mereka kembali berhimpun dalam rekaman ulang lagu kebanggaan bangsa, lagu pengikat persatuan bangsa, yang hasilnya kini telah berkumandang di seluruh pelosok negeri, Indonesia Raya. Di bawah ini adalah  daftar pemain orkestra dan paduan suara dalam perekaman lagu Indonesia raya 3 Stanza.

No.

Nama

Instrumen

Asal 

1.

Lintan Saridewi

Violin

SMKN 2 Kasihan

2.

Afif Ilhamzah

Violin

SMKN 2 Kasihan

3.

Saviera Ardhita

Violin

SMKN 2 Kasihan

4.

Adira Hesti Ksvara

Violin

SMKN 2 Kasihan

5.

Iqbal Harja Maulana

Violin

SMKN 2 Kasihan

6.

Nonni Betania

Violin

SMKN 2 Kasihan

7.

Arum Kusuma Dewi

Violin

SMKN 2 Kasihan

8.

Glen Afif Ramadan

Violin

SMKN 2 Kasihan

9.

M. Yanuar Affandi

Violin

SMKN 2 Kasihan

10.

Dana Ninditya

Violin

SMKN 2 Kasihan

11.

Novtia Marga R.H.

Violin

SMKN 2 Kasihan

12.

Satria Hadi P.

Violin

SMKN 2 Kasihan

13.

Julia Rafika

Violin

SMKN 2 Kasihan

14.

Novianggi Kasamira

Violin

SMKN 2 Kasihan

15.

R. Riko Anton S.

Viola

SMKN 2 Kasihan

16.

Bernadus Ricalo

Viola

SMKN 2 Kasihan

17.

M. Primo Dayu S.

Viola

SMKN 2 Kasihan

18.

Anastasia Novi P.

Viola

SMKN 2 Kasihan

19.

Krido Bramantyo

Cello

SMKN 2 Kasihan

20.

Restu Nugrahani

Cello

SMKN 2 Kasihan

21.

Longginus E.

Cello

SMKN 2 Kasihan

22.

Nandya Abror N.

Cello

SMKN 2 Kasihan

23.

Joanito Lingga LP.

Contra Bass

SMKN 2 Kasihan

24.

Alvino Reynaldi

Contra Bass

SMKN 2 Kasihan

25.

Amar Abdillah Afif

Contra Bass

SMKN 2 Kasihan

26.

Luther Aryadwika

Flute

SMKN 2 Kasihan

27.

Astri Kinanti Putri

Flute

SMKN 2 Kasihan

28.

M. Angger Suprayogi

Oboe

SMKN 2 Kasihan

29.

Angger Margoseto

Bassoon

SMKN 2 Kasihan

30.

Stephanus Prasetya Nugraha

Saxophone Alto

SMKN 2 Kasihan

31.

Verindya Safarino

Corno

SMKN 2 Kasihan

32.

Fado Putra M.

Trumpet

SMKN 2 Kasihan

33.

Lareza Saputra

Trumpet

SMKN 2 Kasihan

34.

Leonardus Advento

Trumpet

SMKN 2 Kasihan

35.

Anggit Suryana

Trombone

SMKN 2 Kasihan

36.

Jodie Ryanda Christiano

Trombone

SMKN 2 Kasihan

37.

Agus Setiawan Ananto

Trombone

SMKN 2 Kasihan

38.

Bima Dwi Laksono

Trombone

SMKN 2 Kasihan

39.

Atika Septiana Laksmi

Tuba

SMKN 2 Kasihan

40.

Ridhlo Gusti P.

Perkusi

SMKN 2 Kasihan

41.

Muhammad Ainul

Perkusi

SMKN 2 Kasihan

42.

Satriawan Alvin

Perkusi

SMKN 2 Kasihan

Sejarah Berdirinya SMKN 2 Kasihan

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kasihan atau sebelumnya bernama Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta, adalah sebuah sekolah seni pertunjukan musik yang berlokasi di kompleks sekolah seni Bugisan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Siswa di sekolah ber-basic  seni musik klasik ini berasal dari berbagai kepulauan di Indonesia. Mulai ujung barat hingga ujung timur wilayah Indonesia, semua terwakili di SMKN 2 Kasihan.

Berawal pada pemerintahan Sultan Hamengku Buwana VIII (1921-1939). Keraton Yogyakarta pada waktu itu mempunyai Orkestra Barat yang dikenal dengan nama Kraton Orcest Djogja. Orkestra milik sultan ini secara rutin menggelar musik klasik Eropa karya-karya komposer dunia seperti Bach, Mozart, Beethoven, dan sebagainya. Para musisi Orkestra Keraton disebut dengan Abdi Dalem Musikan. Mereka memiliki keahlian memainkan instrumen musik Barat, yang diperoleh dari hasil bimbingan para pemusik Barat yang pernah singgah di Yogyakarta, antara lain Attilio Genochi (Italia), Carl Gotsch (Austria), J. Van Rooy (Belanda),  Fritz Hinze (Belanda), B. Hubermann (Polandia), Lily Kraus (Hongaria), Ignaz Fridman (Polandia), gitaris Andres Segovia (Spanyol), Francisco D. Bernardo (Philipina), Nikolai Sergeevich Varvolomeyeff (Rusia), Setet(Hongaria), dan Walter Spies (Jerman).

Memasuki masa pendudukan Jepang (1942-1945), masa kejayaan Kraton Orcest Djogja pun mulai memudar, karena Dai Nippon bersifat anti Barat (Tim Peneliti AMI,1982: 19-20). Polemik kebudayaan yang terjadi pada tahun 1930 dengan tokoh-tokohnya seperti Moh. Yamin, Moh. Hatta, Sultan Hamengku Buwana IX, Ki Hajar Dewantara, dan Ir. Sukarno, menjadi pendorong lahirnya sekolah musik di Indonesia. Barulah pada tahun 1952 (setelah kemerdekaan) lahirlah pendidikan musik pertama kali di Indonesia, yaitu Sekolah Musik Indonesia (SMIND). Pada tahun 1976 SMIND mengalami perubahan nama menjadi Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Akhirnya mulai 1997 nama  SMM beralih nama menjadi SMKN 2 Kasihan, Bantul, sebuah sekolah kejuruan musik klasik yang berlokasi di Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Ulasan mengenai SMK 2 Kasihan Bantul telah banyak menghiasai halaman di media masa, baik lokal, nasional, bahkan  internasional. Dalam majalah Thailand berjudul ASEAN JAPAN FESTIVAL ORCHESTRA terbitan tahun 2007  terpampang 2 nama dari Indonesia, keduanya merupakan alumni dan guru SMK 2 Kasihan. Tahun 2010 terdapat 6 alumni berhasil menembus keanggotaan sebuah kelompok orkestra Asia Tenggara  SOUTHEAST ASIAN ORCHESTRA AND WIND ENSEMBLE (SAYOWE) yang bermarkas di Thailand. Pada tahun yang sama pula salah satu alumni berhasil memperoleh penghargaan dari College of Music  MAHIDOL UNIVERSITY, Thailand, karena kemampuan bermain musiknya (atas nama Alfian Emir Adytia instrument cello).  Dalam Majalah LIBRETTO terbitan ABRSM London tahun 2011 termuat ulasan dan foto-foto tentang SMK 2 Kasihan karena kegigihan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran musik klasik (halaman 5-6).  Pada tahun 2011 tersebut salah satu alumni berhasil diterima di Universitat fur Musik und Barstellende Kunst, Graz, Austria. Beberapa siswa asing yang pernah belajar musik di SMKN 2 Kasihan antara lain: Ariani Plukaard dari Australia (biola alto) tahun 2009, Jasperry Lauhio dari Finlandia (flute)  tahun 2014, Nathan Ulry Bouly dari Perancis (French horn) tahun 2016.

SMM biasa menjadi tujuan studi musik berbagai sekolah, baik pelajar, guru, maupun lembaga pendidikan, beberapa kunjungan asing yang pernah datang di SMKN 2 Kasihan  antara lain: Teck Whye Secondary School Singapura (26 Oktober 2010), Presiden Asia Development Bank/ADB (14 Januari 2015),  ABRSM London ( 9 Maret 2010 dan 16 Maret 2011), Kementerian Pendidikan Banglades (Juni 2012), DPRD Kab. Tebo, Jambi (22 Februari 2010), Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor (21 Nopember 2013), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah (6 Juni 2012), kunjungan kepala sekolah Asia Tenggara-Jepang-Korea (13 Juni 2013), Melbourne Symphoni Orchestra/MSO Australia (2016), Theduardo P. /Jerman (2018), dan masih banyak lagi.

Guna mematangkan kompetensi siswa dalam bidang seni musik klasik, salah satu upaya sekolah adalah mengundang nara sumber dari luar negeri untuk memberikan workshop. Beberapa workshop tersebut antara lain  Workshop Biola oleh Prof Terje Moe HansenNorwegia Music Academy (11 Desember 2013), Workshop dari Jepang (24 Juni 2015), Workshop dari Amerika (6 Nopember  2010),  Workshop Komposisi oleh Jack Body/Selandia Baru (29 Maret 2008), dan lain-lain. Agenda lain yang rutin dilakukan oleh sekolah yakni menyajikan musik orkestra di Istana Negara Jakarta dalam rangka Memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan. Ditambah lagi di Istana Kenegaraan Gedung Agung Yogyakarta dan Pemda Bantul.

_________________________________________________

Sumber:

 

 

 

Kontak Kami
  • Alamat: Jl. PG. Madukismo, Ngestiharjo, Kasihan Bantul, Yogyakarta
  • Telp: +6274 - 374627
  • Email: sekolahmusik@gmail.com
Link Penting
Artikel Update
Copyright © 2020 SMK N 2 Kasihan, Powered By Jogdas, Customized By Aba Al Ghozali