Pendidikan Berbasis Budaya dan Review Kurikulum
Baru-baru ini SMKN 2 Kasihan/SMM Yogyakarta mengadakan serangkaian kegiatan yaitu Penguatan Personal Sosial dan Personal Moral untuk siswa yang dilaksanakan tanggal 20 Mei 2015, dan untuk guru yang dilaksanakan tanggal 21 Mei 2015. Kegiatan tersebut dilaksanakan karena SMKN 2 Kasihan dipercaya sebagai salah satu Sekolah Model/Rujukan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yang menjadi Nara Sumber dalam kegiatan tersebut adalah Bapak Ismail Hermana dari UIN Yogya Student Centre, Kepala Sekolah, dan Waka Kurikulum. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Forum Group Diskusi (FGD).
Sebagaimana diketahui bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka melaksanakan Program Keistimewaan merancang berbagai kegiatan, salah satunya adalah visi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan Berbasis Budaya. Pendidikan berbasis budaya tersebut meliputi penguatan dan pembudayaan nilai-nilai luhur personal moral, sosial, dan nasionalisme, artefak budaya (sastra, seni pertunjukan: tari-gamelan-gendhing, seni lukis, kriya, busana, arsitektur, boga, dan permainan/olahraga) serta adat istiadat (sosial-jati diri, ekonomi dan nilai-nilai politik). Sedangkan tujuan dari Pendidikan Berbasis Budaya adalah:
Hingga tanggal 22 Mei 2015, masih dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan Review Kurikulum KTSP SMKN 2 Kasihan oleh seluruh Guru dan Stakeholder. KTSP 2015 yang direview meliputi Struktur Kurikulum, Standar Kelulusan Institusi dan Mata Pelajaran, Uji Kompetensi, KKM, Silabus dan Diagram Proses Penguasaan Materi Kompetensi. Review kurikulum seperti ini dilaksanakan setiap tahun menjelang tahun ajaran baru sebagai prosedur tetap pelaksanaan dan penjaminan mutu kurikulum.
Kontributor: Turino
