Telp: +62 274 374 627
Follow Us :
MEREKA BANGGA BISA BERSEKOLAH DI SMK 2 KASIHAN BANTUL - SMKN 2 Kasihan - Sekolah Menengah Musik

MEREKA BANGGA BISA BERSEKOLAH DI SMK 2 KASIHAN BANTUL

Sekolah Menengah Musik

  • Home
  • Artikel
  • MEREKA BANGGA BISA BERSEKOLAH DI SMK 2 KASIHAN BANTUL

MEREKA BANGGA BISA BERSEKOLAH DI SMK 2 KASIHAN BANTUL

  • 20 April 2017
  • Oleh : Agus Suranto
  • Dibaca : 1199 kali

(Tulisan pernah dimuat di Buletin SEJADA kabupaten Bantul Edisi Keempat Tahun 2016, Halaman 12-13)

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kasihan atau nama sebelumnya Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta, adalah sebuah sekolah seni pertunjukan musik yang berlokasi di kompleks sekolah seni Bugisan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Sekolah ini ber-basic seni musik klasik, yang hingga saat ini para siswanya berasal dari berbagai kepulauan di Indonesia. SMM juga sebagai satu-satunya sekolah seni musik klasik di Indonesia, sekaligus dengan sejarah sekolah yang  khas dibanding sekolah lain.

 

Berawal pada pemerintahan Sultan Hamengku Buwana VIII (1921-1939) Keraton Yogyakarta mempunyai Orkestra Barat yang dikenal dengan nama Kraton Orcest Djogja. Orkestra milik sultan ini secara rutin menggelar musik klasik Eropa karya-karya komposer dunia seperti Bach, Mozart, Beethoven, dan sebagainya. Para musisi Orkestra Keraton disebut dengan Abdi Dalem Musikan. Mereka memiliki keahlian memainkan instrumen musik Barat, yang diperoleh dari hasil bimbingan para pemusik Barat yang pernah singgah di Yogyakarta, antara lain Attilio Genochi (Italia), Carl Gotsch (Austria), J. Van Rooy (Belanda), Fritz Hinze (Belanda), B. Hubermann (Polandia), Lily Kraus (Hongaria), Ignaz Fridman (Polandia), gitaris Andres Segovia (Spanyol), Francisco D. Bernardo (Philipina), Nikolai Sergeevich Varvolomeyeff (Rusia), Setet (Hongaria), dan Walter Spies (Jerman).

 

Memasuki masa pendudukan Jepang (1942-1945), masa kejayaan Kraton Orcest Djogja pun mulai memudar, karena Dai Nippon bersifat anti Barat (Tim Peneliti AMI,1982: 19-20). Polemik kebudayaan yang terjadi pada tahun 1930 dengan tokoh-tokohnya seperti Moh. Yamin, Moh. Hatta, Sultan Hamengku Buwana IX, Ki Hajar Dewantara, dan Ir. Sukarno, menjadi pendorong lahirnya sekolah musik di Indonesia. Barulah pada tahun 1952 (setelah kemerdekaan) lahirlah pendidikan musik pertama kali di Indonesia, yaitu Sekolah Musik Indonesia (SMIND). Pada tahun 1976 SMIND mengalami perubahan nama menjadi Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Akhirnya mulai 1997 nama  SMM beralih nama menjadi SMKN 2 Kasihan, Bantul, sebuah sekolah kejuruan musik klasik yang berlokasi di Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

 

Ulasan mengenai SMK 2 Kasihan Bantul telah banyak menghiasai halaman di media masa, baik lokal, nasional, bahkan  internasional. Dalam majalah Thailand berjudul ASEAN JAPAN FESTIVAL ORCHESTRA terbitan tahun 2007  terpampang 2 nama dari Indonesia, keduanya merupakan alumni dan guru SMK 2 Kasihan. Tahun 2010 terdapat 6 alumni berhasil menembus keanggotaan sebuah kelompok orkestra Asia Tenggara  SOUTHEAST ASIAN ORCHESTRA AND WIND ENSEMBLE (SAYOWE) yang bermarkas di Thailand. Pada tahun yang sama pula salah satu alumni berhasil memperoleh penghargaan dari College of Music  MAHIDOL UNIVERSITY, Thailand, karena kemampuan bermain musiknya (atas nama Alfian Emir Adytia instrument cello).  Dalam Majalah LIBRETTO terbitan ABRSM London tahun 2011 termuat ulasan dan foto-foto tentang SMK 2 Kasihan karena kegigihan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran musik klasik (halaman 5-6).  Pada tahun 2011 tersebut salah satu alumni berhasil diterima di Universitat fur Musik und Barstellende Kunst, Graz, Austria. Beberapa siswa asing yang pernah belajar musik di SMKN 2 Kasihan antara lain: Ariani Plukaard dari Australia (biola alto) tahun 2009, Jasperry Lauhio dari Finlandia (flute)  tahun 2014, Nathan Ulry Bouly dari Perancis (French horn) tahun 2016.

 

SMM selain menjadi tujuan studi banding berbagai sekolah, baik pelajar, guru, maupun lembaga pendidikan, SMKN 2 Kasihan juga kerap dikunjungi oleh lembaga di luar pendidikan, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa kunjungan asing yang pernah datang di SMKN 2 Kasihan  antara lain: Teck Whye Secondary School Singapura (26 Oktober 2010), Presiden Asia Development Bank/ADB (14 Januari 2015),  ABRSM London ( 9 Maret 2010 dan 16 Maret 2011), Kementerian Pendidikan Banglades (Juni 2012), DPRD Kab. Tebo, Jambi (22 Februari 2010), Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor (21 Nopember 2013), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah (6 Juni 2012), kunjungan oleh kepala sekolah Asia Tenggara-Jepang-Korea 13 Juni 2013, dan sebagainya.

 

Guna mematangkan kompetensi siswa dalam bidang seni musik klasik, salah satu upaya sekolah adalah mengundang nara sumber dari luar negeri untuk memberikan workshop. Beberapa workshop tersebut antara lain  Workshop Biola oleh Prof Terje Moe Hansen, Norwegia Music Academy (11 Desember 2013), Workshop dari Jepang (24 Juni 2015), Workshop dari Amerika (6 Nopember  2010),  Workshop Komposisi oleh Jack Body/Selandia Baru (29 Maret 2008), dan lain-lain. Agenda lain yang rutin dilakukan oleh sekolah yakni menyajikan musik orkestra di Istana Negara Jakarta dalam rangka Memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan. Ditambah lagi di Istana Kenegaraan Gedung Agung Yogyakarta dan Pemda Bantul.

 

Dari berbagai sepak terjang di atas diharapkan para lulusan SMKN 2 Kasihan Bantul siap berkompetisi di dunia internasional. Bahkan tanggal 19 – 22 Oktober 2016 lalu di SMKN 2 Kasihan telah dilaksanakan music camp oleh pihak Melbourne Symphony Orchestra (MSO) Australia. Hal ini makin memperkuat posisi SMKN 2 Kasihan dalam persaingan di  industri.  Maka tak mengherankan apabila kelompok orkestra dalam negeri yang bereputasi internasional seperti Dwiki Dharmawan Orchestra, Twilite Orchestra, Purwacaraka dan lain-lain banyak dihuni oleh alumni SMKN 2 Kasihan.

 

Meskipun peluang tamatan untuk bekerja di industri cukup besar, siswa juga masih bebas menentukan pilihan karir musiknya. Terbukti tidak sedikit yang meneruskan ke bangku kuliah. Profesi lain yang telah dicapai para tamatan antara lain sebagai guru musik, pelatih musik, arranger, composer, pelatih musik band, pelatih paduan suara, recording, pelatih korps musik, satuan musik AU Adisucipto Yogyakarta, Mabes Polri Jakarta, Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta, dan lain-lain.

 

      Meski serius dalam mempelajari musik klasik, SMKN 2 Kasihan   berkomitmen “nguri-uri” dan melestarikan budaya sendiri. Terbukti selama ini SMKN 2 Kasihan sarat dengan kejuaraan di luar program yang dimiliki. Beberapa prestasi tersebut di antaranya  sebagai juara  lomba karawitan baik di tingkat kabupaten maupun propinsi DIY. Selain karawitan, juga menjuarai lomba debat bahasa Inggris, lomba renang, taekwondo, sesorah bahasa jawa, lomba melukis, dan sebagainya. Semoga warna warni  prestasi tersebut mampu makin mendongkrak posisi SMKN 2 Kasihan  di percaturan nasional dan Internasional demi keharuman bumi Bantul Projo Tamansari.

Kontak Kami
  • Alamat: Jl. PG. Madukismo, Ngestiharjo, Kasihan Bantul, Yogyakarta
  • Telp: +6274 - 374627
  • Email: sekolahmusik@gmail.com
Link Penting
Artikel Update
Copyright © 2017 SMK N 2 Kasihan, Powered By Jogdas, Customized By Aba Al Ghozali