Telp: +62 274 374 627
Follow Us :
MENGAWAL PENDIDIKAN ANAK MELALUI KEPEDULIAN KELUARGA - SMKN 2 Kasihan - Sekolah Menengah Musik

MENGAWAL PENDIDIKAN ANAK MELALUI KEPEDULIAN KELUARGA

Sekolah Menengah Musik

  • Home
  • Artikel
  • MENGAWAL PENDIDIKAN ANAK MELALUI KEPEDULIAN KELUARGA

MENGAWAL PENDIDIKAN ANAK MELALUI KEPEDULIAN KELUARGA

  • 14 Januari 2017
  • Oleh : Agus Suranto, S.Pd, M.Sn
  • Dibaca : 1489 kali

Membaca berita di sebuah harian di Yogyakarta edisi 14 Juni 2016  sungguh membuat miris para orang tua. Dalam berita di halaman 23 berjudul “Polres Sleman Gulung Geng Pelajar” tersebut memuat tentang penyerangan dan perusakan oleh geng motor oleh anak-anak yang rata-rata berusia 17 tahun. Sementara pada tanggal dan media berbeda juga terjadi pencurian di sebuah Taman Kanak-kanak (TK) yang pelakunya adalah anak dari sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Yogyakarta. Lantas muncul pertanyaan, bagaimana dan seperti apa pendidikan di sekolah yang ia terima dan jalani? Apa yang terjadi dengan pendidikan kita?

Sepintas, pendidikan  merupakan tanggungjawab sekolah. Banyak para orangtua setelah menyerahkan pendidikan anaknya kepada sekolah, selesai pula tugas dalam nendidik anak. Dalam Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 7 (ayat 2) menyebutkan bahwa “Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya”. Jadi pemberian pendidikan orang tua kepada anak usia sekolah hukumnya WAJIB. Sehingga sekolah bukan merupakan faktor tunggal penentu kesuksesan pendidikan anak. Sangat disayangkan apabila orang tua atau keluarga menyerahkan begitu saja pendidikan anak tanpa berkontribusi sedikitpun. Padahal, justru dari keluargalah masa-masa emas emosional anak dimulai. Dengan demikian keluarga tak punya alasan untuk mengabaikan pendidikan bagi buah hatinya.

Keluarga merupakan pihak yang paling awal memberikan banyak perlakuan kepada anak. Begitu anak lahir, pihak keluargalah yang langsung menyambut dan memberikan layanan interaktif kepada anak. Hal ini dapat berupa hal-hal seperti menyusui, menyayangi, memandikan anak, menyuapi/memberi makan, membantu berpakaian, melindungi dan berbagai hal lainnya. Apa yang dilakukan dan diberikan keluarga akan mempengaruhi pembentukan karakteristik pribadi dan perilaku anak serta perkembangan intelektual anak ke arah selanjutnya. Menurut para ahli, pengalaman hidup pada masa awal akan menjadi pondasi bagi proses perkembangan selanjutnya. Freud (dalam Santrock & Yussen, 1992) berpendapat bahwa masa balita adalah masa terbentuknya struktur kepibadian. Sedangkan Goleman (1995) mengemukakan bahwa masa balita adalah masa emas bagi perkembangan kecerdasan emosional. Dengan demikian peran pendidikan di lingkungan keluarga memegang posisi  kunci dalam pembentukan struktur dasar kepribadian anak. Bentuk-bentuk komunikasi dan pendampingan anak dalam lingkungan keluarga pun harus sehat dan berkualitas. Agar potensi-potensi yang baik dapat dikembangkan, dan sama sekali tak memberi ruang untuk tumbuhnya potensi yang kurang baik kepada pribadi anak. Maka sesuailah dengan bunyi pasal 1 (ayat 1)  UU RI Nomor 20 tahun 2003 yang pada intinya pendidikan terfokus pada aspek “pengembangan potensi diri”.  

Dalam lingkungan keluarga ada saat berkumpul bercengkerama, dan sebagainya. Suasana-suasana seperti ini menjadi ajang komunikasi antar anggota keluarga. Seandainya perilaku anak usia sekolah sebelumnya  terdeteksi oleh orang tua ataupun keluarga, maka peristiwa yang tak selayaknya dilakukan ataupun menimpa anak dapat dihindari. Orang tua harus pandai menciptakan suasana sedemikian rupa, sehingga komunikasi dapat terjadi setiap hari. Namun kenyataan yang terjadi selama ini, justru tak terjadi komunikasi  karena kesibukan orang tua, atau saluran komunikasi menjadi tersumbat karena sesuatu hal.

Peran keluarga masih perlu  diperkuat lagi. Keluarga bukan sekedar himpunan yang terdiri orang tua dan anak dengan kepentingannya masing-masing.  Justru antar anggota keluarga harus saling peduli dan terbuka. Dengan demikian penguatan peran keluarga mampu menyelamatkan anak dari berbagai perilaku negatif, sekaligus turut mengawal pendidikan sang buah hati menggapai cita-cita.

Kontak Kami
  • Alamat: Jl. PG. Madukismo, Ngestiharjo, Kasihan Bantul, Yogyakarta
  • Telp: +6274 - 374627
  • Email: sekolahmusik@gmail.com
Link Penting
Artikel Update
Copyright © 2017 SMK N 2 Kasihan, Powered By Jogdas, Customized By Aba Al Ghozali