Telp: +62 274 374 627
Follow Us :
MENEMUKAN KESAKTIAN PANCASILA - SMKN 2 Kasihan - Sekolah Menengah Musik

MENEMUKAN KESAKTIAN PANCASILA

Sekolah Menengah Musik

MENEMUKAN KESAKTIAN PANCASILA

MENEMUKAN KESAKTIAN PANCASILA

  • 21 September 2016
  • Oleh : Agus Suranto
  • Dibaca : 1148 kali

(Dikutip dari Buku Berjudul "Meneropong Karakter Kita dari Negeri Gajah Putih", Pengarang: Agus Suranto, terbitan tahun 2015)

Pancasila mulai diperkenalkan di sekolah-sekolah  sejak anak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Pancasila juga
disentuhkan kembali pada jenjang berikutnya. Sebelum mahasiswa menempuh kuliah perdananya, Pancasila juga diperkenalkan, bahkan masuk dalam mata kuliah. Hal ini bertujuan agar dasar negara dapat tertanam dengan kuat dalam pribadi setiap warga negara Indonesia, sepanjang waktu dan sepanjang jaman. Hal ini bukti bahwa Pancasila memang benar-benar penting.

Persoalannya bukan lagi mencari jawaban “Mengapa Pancasila begitu penting?”. Satu hal mendasar hingga kini amat sulit ditemukan tolok ukurnya, yakni berkenaan dengan aspek keterserapan. Diakui bahwa formulasi (kandungan nilai-nilai) yang ada dalam Pancasila luar biasa lengkap dan menyeluruh.  Tak satupun sendi-sendi kehidupan manusia terlepas dari jangkauannya. Ternyata sangat sulit  mengukur tingkat ketercapaian nilai-nilai luhur Pancasila pada diri seseorang atau bangsa.

Setelah sekian tahun Pancasila diperkenalkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, sudah barang tentu ada buah yang mestinya bisa dipetik. Jika seseorang merasa menanam, maka kapan waktu memetiknya dan berbuah seperti apa, tentu umum telah memahami hal ini. Sementara di lini lain, beberapa gelintir pemikir, perintis atau pelopor, juga belum cukup menjamin terbebasnya bangsa dari kondisi stagnan yang sedang melanda. Jangankan menemukan kesaktian Pancasila, bahkan kita  masih sering mengabaikan pengamalannya.

Perubahan iklim global memang menyumbangkan berbagai dampak, beberapa di antaranya cenderung mengikis apa yang telah menjadi aset dan kekayaan bangsa (baik materiil  maupun non materiil). Iklim ini menggeser segala sendi kehidupan dengan sangat lembut, termasuk bergesernya pola pikir. Karena lembutnya pergeseran, maka perubahan tak akan terlihat dalam jangka pendek. Membandingkan generasi tahun kemarin dengan tahun ini, tentu saja tak memberikan hasil yang signifikan. Perubahan yang cukup beda dapat diukur dengan memperbandingkan dua generasi dari dekade berbeda. Tentu saja keduanya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Berbicara mengenai keterserapan nilai-nilai luhur sebuah dasar negara, ternyata tak dapat diukur dengan pesatnya kemajuan jaman, khususnya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. Yang harus selalu dipegang teguh adalah sejak kelahirannya, hari ini, besok, dan selamanya, Pancasila akan tetap menjadi dasar negara, Indonesia. Ia tak akan dipengaruhi oleh perubahan jaman seperti apapun.

Bagaimana menemukan kesaktian pancasila?

Setelah melalui masa pengamalan yang cukup panjang, tibalah saat di mana buah mulai dapat dipetik. Pengamalan dimaksud bertujuan menyerap  nilai-nilai dari seluruh silanya. Kesaktian Pancasila itu sendiri tak cukup jika diartikan ibarat pusaka atau benda mati dengan kekuatan magic-nya. Tak cukup pula apabila kesaktian Pancasila hanya disejajarkan dengan trik kamuflase dari orang-orang cerdas dan kreatif.

Kiranya mudah mengatakan bahwa pancasila itu sakti, namun amat sulit membuktikan. Negara amat merindukan, agar siapapun (yang merasa sebagai bangsa Indonesia) dengan penuh semangat saling berlomba guna menemukan kesaktiannya. Tiada jalan lain, kecuali melalui proses pengamalan. Dengan pembiasaan dan pengamalan secara terus-menerus, perlahan-lahan akan muncul karakter yang berkebangsaan Indonesia. Di situlah mata dan hati berjumpa dengan kesaktian Pancasila, tanpa harus mengatakan secara verbal.  

Kontak Kami
  • Alamat: Jl. PG. Madukismo, Ngestiharjo, Kasihan Bantul, Yogyakarta
  • Telp: +6274 - 374627
  • Email: sekolahmusik@gmail.com
Link Penting
Artikel Update
Copyright © 2017 SMK N 2 Kasihan, Powered By Jogdas, Customized By Aba Al Ghozali